Berita

Bantu Warga Bangkit Pascakebakaran, PT TIMAH Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Trauma Healing

70
×

Bantu Warga Bangkit Pascakebakaran, PT TIMAH Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Trauma Healing

Sebarkan artikel ini
Foto:Ist.

BANGKA SELATAN – Kepedulian terhadap warga terdampak kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kabupaten Bangka Selatan, ditunjukkan PT TIMAH (Persero) Tbk melalui aksi kemanusiaan yang menyentuh berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, perlengkapan sekolah, fasilitas sanitasi, hingga pendampingan psikologis bagi anak-anak.

Melalui tim Emergency Response Group (ERG), PT TIMAH turun langsung membantu proses pemulihan warga pada Kamis (15/10/2026). Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.

Salah satu bantuan yang disalurkan berupa ratusan paket perlengkapan sekolah bagi pelajar dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA). Bantuan tersebut meliputi seragam, sepatu, alat tulis, dan berbagai kebutuhan penunjang pendidikan lainnya.

Bagi anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah dalam peristiwa kebakaran, bantuan ini menjadi penyemangat untuk kembali belajar di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.

Tak hanya itu, tim ERG PT TIMAH juga menghadirkan layanan kesehatan gratis melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Layanan tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kesehatan warga selama menjalani masa pengungsian.

Untuk memenuhi kebutuhan sanitasi, perusahaan turut menempatkan empat unit toilet portabel di posko pengungsian yang berlokasi di SD Negeri 7 Simpang Rimba.

Baca Juga  Google Merilis AI Generasi Baru untuk Gmail dan Cloud Software

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda, mengapresiasi dukungan PT TIMAH bersama berbagai pihak dalam membantu masyarakat terdampak kebakaran.

Menurutnya, bantuan perlengkapan sekolah sangat dibutuhkan agar anak-anak tetap dapat mengikuti kegiatan belajar meskipun tengah menghadapi situasi sulit.

“Terima kasih dukungan dari PT TIMAH dan semua pihak yang telah membantu, baik pelayanan kesehatan dan tadi PT TIMAH menyerahkan bantuan peralatan sekolah, ada toilet portabel,” katanya.

Hefi mengungkapkan, kebakaran tersebut berdampak pada 348 rumah dengan jumlah warga terdampak mencapai 1.578 jiwa. Ia berharap sinergi pemerintah daerah, perusahaan, dan berbagai elemen masyarakat terus diperkuat untuk mempercepat proses pemulihan.

Menurutnya, bantuan yang terus berdatangan dari berbagai wilayah di Bangka Belitung maupun luar daerah menjadi penyemangat bagi warga untuk bangkit dan kembali menata kehidupan mereka.

Anak-anak Dapat Pendampingan Psikologis

Selain memenuhi kebutuhan dasar, pemulihan kondisi psikologis anak-anak juga menjadi perhatian PT TIMAH.

Berkolaborasi dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung, tim ERG menggelar kegiatan trauma healing untuk membantu anak-anak menghadapi dampak emosional setelah mengalami musibah kebakaran.

Melalui pendampingan tersebut, anak-anak diharapkan dapat kembali merasa aman, mengekspresikan perasaan, dan membangun semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca Juga  Microsoft meluncurkan AI chatbot ke aplikasi Bing di iPhone dan Android

Ketua Umum ERG PT TIMAH (Persero) Tbk, Ali Samsuri, mengatakan tim yang diterjunkan bertugas mendukung penanganan dan pemulihan pascabencana.

Sebelum turun ke lokasi, tim ERG telah melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan dinas terkait dan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat.

“Sebelum menerjunkan tim, ERG telah melakukan pemantauan lokasi serta berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan hari tim ERG telah membuka posko untuk membantu masyarakat terdampak bencana,” katanya.

Ali menambahkan, tim ERG akan terus memantau perkembangan kondisi di lokasi bencana. Dukungan lanjutan akan dievaluasi berdasarkan kebutuhan warga serta hasil koordinasi dengan pemerintah daerah.

Ia menegaskan, misi kemanusiaan harus mengutamakan keselamatan dan kebutuhan masyarakat terdampak agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.

Enam Hari Mengungsi, Warga Berharap Bisa Bangun Rumah Kembali

Di tengah upaya pemulihan tersebut, warga masih harus menghadapi kenyataan kehilangan tempat tinggal dan berbagai barang berharga yang tidak sempat diselamatkan.

Ayu (34), salah seorang warga terdampak, mengaku rumahnya habis terbakar. Selama hampir enam hari, ia bersama keluarga harus bertahan di pengungsian karena tidak ada lagi barang yang dapat digunakan dari rumah mereka.

Baca Juga  Kepanikan bank mereda di Wall Street. Selanjutnya: Kepanikan Fed

Meski demikian, bantuan perlengkapan sekolah untuk anaknya yang masih duduk di bangku TK menjadi penghibur di tengah kesedihan.

“Rumah saya habis semua dimakan api. Alhamdulillah, hari ini anak saya yang TK menerima bantuan alat sekolah dari PT TIMAH. Ini menghibur anak karena anak sedih alat-alat sekolahnya tidak ada yang bisa diselamatkan,” ungkap Ayu.

Ia berharap bantuan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan selama pengungsian, tetapi juga berlanjut untuk membantu warga membangun kembali rumah yang telah kehilangan akibat kebakaran.

“Kami sudah hampir enam hari ini mengungsi karena benar-benar tidak ada yang tersisa. Semoga nanti ada bantuan agar bisa bangun rumah lagi,” harapnya.

Bagi warga Dusun Serdang, pemulihan pascakebakaran bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka juga harus kembali membangun tempat tinggal, memastikan anak-anak dapat bersekolah, dan menata kehidupan dari awal.

Melalui penyediaan fasilitas sanitasi, layanan kesehatan, bantuan perlengkapan sekolah, serta pendampingan psikologis, PT TIMAH berupaya mendukung proses pemulihan masyarakat bersama pemerintah daerah dan berbagai pihak.

Dukungan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus menumbuhkan kembali semangat untuk bangkit setelah musibah kebakaran.